Skandal Limbah RSUD Raja Musa? IPAL Diduga Mati Suri, Limbah Berpotensi Dibuang Sembarangan

- Admin

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visionernews.id | Keteman,  Dugaan serius mencuat dari pengelolaan limbah di RSUD Raja Musa, Kateman Guntung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang seharusnya menjadi garda terakhir perlindungan lingkungan justru disinyalir tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Sejumlah informasi yang dihimpun mengarah pada indikasi bahwa IPAL rumah sakit tersebut tidak mampu menjalankan fungsi utama dalam mengolah limbah cair, baik limbah domestik maupun limbah medis. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran besar terkait potensi pencemaran lingkungan dan ancaman kesehatan masyarakat.

Lebih jauh, kapasitas instalasi disebut tidak pernah disesuaikan dengan lonjakan aktivitas rumah sakit. Volume limbah yang tinggi diduga jauh melampaui kemampuan IPAL, sehingga memunculkan dugaan kuat bahwa limbah hanya “diencerkan” sebelum dibuang ke luar area rumah sakit.

Jika dugaan ini benar, maka praktik
‎tersebut berpotensi melanggar standar baku mutu lingkungan dan aturan pengelolaan limbah medis yang ketat.

Padahal, secara teknis, pengolahan limbah rumah sakit wajib menggunakan sistem terintegrasi seperti biofilter anaerob-aerob untuk memastikan zat berbahaya dan mikroorganisme patogen benar-benar dinetralisir sebelum dibuang.

Sumber internal bahkan menyebutkan pengelolaan IPAL berlangsung tanpa sistem yang jelas dan cenderung dibiarkan berjalan tanpa pengawasan optimal.

Persoalan tidak berhenti di situ. Pengelolaan limbah dapur organik juga menimbulkan tanda tanya besar. Limbah disebut kerap diangkut pada malam hari secara tertutup, tanpa kejelasan lokasi pembuangan akhir. Pola ini dinilai tidak transparan dan berpotensi melanggar prosedur pengelolaan limbah.

Di sisi lain, sorotan mengarah pada penggunaan anggaran. Dana pengelolaan limbah yang tergolong besar diduga tidak sebanding dengan kondisi di lapangan. Minimnya transparansi memunculkan indikasi adanya potensi penyimpangan.
‎Yang lebih mengejutkan, pengadaan belut yang dikaitkan dengan sistem pengolahan limbah turut disorot.

Program tersebut diduga sarat mark up dan tidak memiliki dasar kebutuhan yang jelas, sehingga menimbulkan pertanyaan serius soal akuntabilitas anggaran.

Tak kalah mengkhawatirkan, dugaan praktik tidak wajar juga muncul dalam pengadaan obat-obatan. Informasi yang beredar menyebutkan adanya pola penitipan pengadaan obat ke sejumlah apotek di wilayah Inhil.

Jika terbukti, praktik ini berpotensi menjadi pintu masuk bisnis terselubung yang melibatkan kepentingan tertentu di luar mekanisme resmi pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Pantauan di sekitar RSUD semakin memperkuat kekhawatiran. Kondisi drainase tampak kotor, berbau menyengat, dan tidak terawat. Bahkan, pada malam hari, tikus berukuran besar kerap terlihat keluar dari saluran air, menjadi indikator lemahnya sanitasi lingkungan rumah sakit.

“Lihat saja sendiri kondisi di sekitar rumah sakit, gotnya kotor dan baunya sangat menyengat, apalagi saat hujan,” ungkap seorang sumber berinisial S.

Dengan berbagai dugaan yang mencuat, publik kini menunggu langkah tegas dari pihak berwenang. Jika dibiarkan, persoalan ini tidak hanya berpotensi merugikan keuangan daerah, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat secara luas.

Penulis : *J*

Berita Terkait

Korban Serangan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Menjadi 15, Satu Ekor Ditemukan Mati Tertembak
‎Bupati Inhil Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan, Tim Gabungan Terus Tangani Serangan Monyet di Tembilahan Hilir
Meriah, BPD KKSS, IWSS, dan IPSS Kabupaten Indragiri Hilir Periode 2026-2031 Resmi Dilantik
Prestasi Gemilang SDN 019 Sungai Beringin: Tembus Nasional FLS3N 2026 Cabang Pantomim
Dekranasda Inhil Luncurkan Baju Pengantin Sri Gemilang, Angkat Keindahan Budaya Melayu
‎Dari Kebun ke Krisis: Potret Rapuhnya Struktur Ekonomi Indragiri Hilir
Pemuda Asal Inhil Akan Tampil di Tim Orkestra HUT RI Istana Negara, Kurang Apresiasi dari Pemkab
Ketika Tiket, Sponsor, dan Transparansi Menjadi Pertandingan Sesungguhnya.

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Korban Serangan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Menjadi 15, Satu Ekor Ditemukan Mati Tertembak

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:26 WIB

‎Bupati Inhil Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan, Tim Gabungan Terus Tangani Serangan Monyet di Tembilahan Hilir

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:11 WIB

Meriah, BPD KKSS, IWSS, dan IPSS Kabupaten Indragiri Hilir Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:09 WIB

Prestasi Gemilang SDN 019 Sungai Beringin: Tembus Nasional FLS3N 2026 Cabang Pantomim

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:00 WIB

Dekranasda Inhil Luncurkan Baju Pengantin Sri Gemilang, Angkat Keindahan Budaya Melayu

Berita Terbaru

Artikel

KETIKA MONYET MENGGUGAT MANUSIA

Senin, 3 Agu 2026 - 19:03 WIB