Ratusan Alat Berat Beroperasi di Inhil, Kontribusi Pajaknya ke PAD Dipertanyakan

- Admin

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tentang PAD Inhil yang berasal dari pajak alat berat

Tentang PAD Inhil yang berasal dari pajak alat berat

Visionernews.id | ‎INDRAGIRI HILIR,  Potensi pajak alat berat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dinilai belum tergarap optimal. Di tengah tingginya aktivitas ekonomi yang melibatkan alat berat, kontribusi sektor ini terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi sorotan.

‎Kabupaten Indragiri Hilir dikenal memiliki aktivitas intensif di sektor perkebunan, proyek infrastruktur, serta galian C. Ketiga sektor tersebut merupakan pengguna utama alat berat seperti excavator, bulldozer, hingga wheel loader.

‎Namun, sejumlah kalangan menilai besarnya aktivitas tersebut belum tercermin dalam penerimaan pajak daerah.

‎“Jika melihat kondisi lapangan, alat berat cukup banyak digunakan. Pertanyaannya, apakah seluruhnya sudah terdata sebagai objek pajak daerah?” ujar seorang pengamat ekonomi daerah.

‎Potensi Besar, Realisasi Minim?
‎Berdasarkan simulasi konservatif, pajak alat berat berpotensi menyumbang miliaran rupiah per tahun bagi kas daerah. Nilai tersebut dinilai realistis mengingat alat berat digunakan secara rutin dalam:

‎Pembukaan & perawatan areal perkebunan

‎Pembangunan jalan & infrastruktur
‎Aktivitas galian C & pertambangan lokal

‎Meski demikian, publik menilai perlu adanya transparansi mengenai:
‎1.  Jumlah alat berat yang terdaftar resmi
‎2.  Jumlah alat berat yang aktif beroperasi
‎3.  Kontribusi riil pajak alat berat ke PAD

‎“Potensi pajak alat berat relatif stabil karena objeknya jelas. Jika penerimaannya kecil, maka yang perlu dievaluasi adalah sistem pendataan dan pengawasan,” kata seorang akademisi.

‎Tantangan Pendataan & Pengawasan
‎Sejumlah faktor dinilai menjadi penyebab belum optimalnya pajak alat berat, antara lain:
‎-  Alat berat tidak didaftarkan sebagai objek pajak
‎- Nilai jual alat berat (NJAB) yang tidak akurat
‎- Perpindahan alat berat lintas lokasi kerja
‎- Lemahnya pengawasan lapangan

‎Aktivis mahasiswa menilai persoalan ini bukan sekadar teknis administrasi, melainkan menyangkut tata kelola keuangan daerah.

‎“PAD rendah selalu dijadikan alasan keterbatasan pembangunan. Padahal, banyak sektor potensial yang perlu digali serius,” ungkap salah satu aktivis.

‎Pajak & Keadilan Fiskal
‎Pajak alat berat dinilai memiliki karakteristik berbeda dibanding pajak konsumsi masyarakat. Wajib pajaknya umumnya pelaku usaha berskala menengah hingga besar.

‎Karena itu, optimalisasi sektor ini dipandang sebagai langkah strategis tanpa membebani masyarakat kecil.

‎“Ini soal keadilan fiskal. Sektor usaha besar yang menggunakan alat berat dalam skala masif seharusnya memberikan kontribusi proporsional bagi daerah,” ujar pemerhati ekonomi daerah.

‎Dorongan Evaluasi Terbuka
‎Sejumlah kalangan mendorong pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk:
‎- Pemutakhiran data alat berat berbasis digital
‎- Sinkronisasi data lintas OPD
‎- Penguatan pengawasan lapangan
‎- Transparansi data PAD ke publik

‎“Masalah utamanya bukan pada tarif pajak, tetapi akurasi data dan efektivitas pengawasan,” pungkas pengamat kebijakan publik.

Penulis : Jaslan

Berita Terkait

Pemkab Inhil Matangkan Persiapan Keberangkatan Jamaah Haji 2026, Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik
Bupati Inhil Pimpin Evaluasi Realisasi Fisik dan Keuangan, Dorong Percepatan Infrastruktur 2026
LAMR Sampaikan Duka Mendalam atas Musibah Kebakaran di Kecamatan Reteh
‎Anggota DPRD Riau Minta Pemerintah Pusat Bantu Pembangunan Rumah Korban Kebakaran di Pulau Kijang
PLN UP3 Rengat Dinilai Lamban, Warga Reteh Berduka Kebakaran Diperparah Listrik Padam
‎Ketua DPH LAMR Inhil Datok Seri Asmadi, SH Tegaskan Larangan Bakar Hutan dan Lahan demi Kelestarian Alam
Skandal Limbah RSUD Raja Musa? IPAL Diduga Mati Suri, Limbah Berpotensi Dibuang Sembarangan
APPSI Inhil dan Badko HMI Riau–Kepri Silaturahmi dengan Pimpinan Perum Bulog Cabang Tembilahan

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 19:54 WIB

Pemkab Inhil Matangkan Persiapan Keberangkatan Jamaah Haji 2026, Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik

Jumat, 10 April 2026 - 14:27 WIB

Bupati Inhil Pimpin Evaluasi Realisasi Fisik dan Keuangan, Dorong Percepatan Infrastruktur 2026

Kamis, 9 April 2026 - 21:25 WIB

LAMR Sampaikan Duka Mendalam atas Musibah Kebakaran di Kecamatan Reteh

Kamis, 9 April 2026 - 20:02 WIB

‎Anggota DPRD Riau Minta Pemerintah Pusat Bantu Pembangunan Rumah Korban Kebakaran di Pulau Kijang

Kamis, 9 April 2026 - 10:39 WIB

PLN UP3 Rengat Dinilai Lamban, Warga Reteh Berduka Kebakaran Diperparah Listrik Padam

Berita Terbaru