Visionernews.id|Tembilahan, Polres Indragiri Hilir bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Indragiri Hilir melaksanakan Apel Launching Penggunaan Tanjak bagi Polisi Laki-laki (Polki) dan Selempang bagi Polisi Wanita (Polwan), Jumat (20/2/2026) sekira pukul 08.00 WIB. Kegiatan berlangsung di lapangan apel Mapolres Inhil, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Tembilahan.
Apel tersebut dipimpin Wakapolres Indragiri Hilir, KOMPOL Maiterika, S.H., M.H., didampingi Ketua DPH LAMR Indragiri Hilir, Datuk Seri Asmadi, S.H. Bertindak selaku Perwira Apel IPTU Sehat Banurea, sementara Komandan Apel IPDA Yarlis Marjohandi, S.H., M.H.
Kegiatan launching turut dihadiri para Pejabat Utama Polres Indragiri Hilir, di antaranya Kabag SDM KOMPOL Yudha Efiar, S.H., Ps Kabag Ren AKP Buha R. Munthe, S.H., Kabag Log KOMPOL Deswandi, S.H., unsur pengurus Lembaga Adat Melayu Riau Indragiri Hilir, serta para perwira dan bintara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian apel diawali dengan masuknya Komandan Apel ke lapangan, laporan Perwira Apel, penghormatan pasukan kepada pimpinan apel, hingga prosesi simbolis pemasangan tanjak dan selempang kepada perwakilan personel. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan amanat, doa, serta sesi foto bersama.
Dalam amanat Kapolda Riau yang dibacakan Wakapolres Indragiri Hilir, disampaikan ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 Hijriah kepada seluruh personel Polda Riau beserta jajaran. Atribut tanjak dan selempang ditegaskan bukan sekadar pelengkap seragam, melainkan simbol marwah, kehormatan, amanah, dan tanggung jawab moral.
“Tanjak dan selempang mencerminkan integritas, ketegasan karakter, keberanian, serta kejujuran dalam pelaksanaan tugas. Ini juga menegaskan tanggung jawab konstitusional sebagai aparat penegak hukum dan tanggung jawab kultural sebagai bagian dari masyarakat Melayu,” demikian disampaikan dalam amanat tersebut.
Kapolres Indragiri Hilir, Farouk Oktora, melalui Wakapolres menyatakan bahwa penggunaan tanjak dan selempang merupakan langkah strategis untuk memperkuat identitas kultural sekaligus meningkatkan semangat pengabdian personel.
“Nilai-nilai luhur Melayu yang terkandung dalam tanjak harus tercermin dalam sikap anggota Polri, yakni menjunjung marwah, menjaga integritas, bertindak tegas namun tetap santun. Selempang bagi Polwan menjadi simbol kehormatan serta peran strategis dalam tugas pelayanan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPH LAMR Indragiri Hilir, Asmadi, menegaskan bahwa langkah Polri mengadopsi simbol budaya Melayu patut diapresiasi.
“Penggunaan tanjak dan selempang bukan semata pelestarian adat, tetapi juga penguatan nilai. Ini adalah pengingat bahwa setiap personel Polri memikul marwah, etika, dan tanggung jawab moral dalam melayani masyarakat. Budaya Melayu mengajarkan kehormatan, kejujuran, dan kebijaksanaan, nilai yang selaras dengan tugas kepolisian,” kata Asmadi.
Dengan resmi dilaunchingnya penggunaan tanjak dan selempang, momentum ini diharapkan tidak hanya memperindah tampilan seragam, tetapi juga memperkokoh komitmen moral dan profesionalisme anggota Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Riau./ Jaslan















