Visionernews.id | Tembilahan, Serangan monyet liar terhadap warga di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, belum juga mereda. Hingga Senin, 3 Agustus 2026, jumlah korban gigitan dilaporkan telah mencapai sedikitnya 15 orang. Korban terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa yang mengalami luka akibat serangan satwa liar tersebut.
Korban terbaru adalah seorang anak yang mengalami luka gigitan di bagian leher. Ia segera dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk memperoleh penanganan medis. Sebelumnya, seorang pria dewasa juga menjadi korban setelah diserang seekor monyet di kawasan Lorong Kubur, Kelurahan Tembilahan Hilir. Korban mengalami luka gigitan di bagian belakang tubuh.
Di tengah meningkatnya jumlah korban, seekor monyet ditemukan mati akibat luka tembak. Peristiwa itu memunculkan pertanyaan baru: siapa yang menembak satwa tersebut, dan apakah monyet yang mati itu merupakan hewan yang selama ini menyerang warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir, Wardanus atau yang akrab disapa Ego, membenarkan adanya penemuan bangkai monyet tersebut.
“Benar, tetapi saya tidak tahu siapa yang menembaknya. Monyet itu masuk ke sebuah bengkel dan sempat mengejar anak-anak di kawasan Parit 15 Hilir, Kelurahan Tembilahan Hilir,” kata Wardanus kepada wartawan, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurut dia, bangkai monyet kemudian diamankan ke Kantor DPKP Kabupaten Indragiri Hilir di Jalan SKB, Kelurahan Sungai Beringin, untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian maupun instansi berwenang mengenai identitas pihak yang melakukan penembakan, dasar tindakan tersebut, maupun hasil identifikasi apakah monyet yang ditemukan mati merupakan satwa yang selama ini terlibat dalam rangkaian serangan terhadap warga.
Sementara itu, tim gabungan dari pemerintah daerah masih melakukan upaya penanganan di lapangan menyusul terus bertambahnya jumlah korban. Warga diminta tetap waspada, menghindari kontak dengan satwa liar, serta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat keberadaan monyet di sekitar permukiman.
Perkembangan kasus ini masih berlangsung. Data jumlah korban maupun hasil penyelidikan terkait kematian monyet tersebut dapat berubah seiring informasi resmi dari pihak berwenang.
Penulis : **red















