Abrasi Ancam Permukiman Warga, Jembatan di Desa Bente Retak dan Delapan Penyangga Patah ‎

- Admin

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visionernews.id | INHIL – Kondisi Terusan Saka Jalan di Desa Bente, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dilaporkan semakin memprihatinkan. Abrasi atau longsor yang terus mengikis tepian sungai disebut mulai mengancam permukiman warga serta infrastruktur penghubung antar desa dan kecamatan, Selasa (26/05/2026).

Berdasarkan keterangan warga, abrasi terjadi di sepanjang bantaran sungai yang berada di kawasan terusan tersebut. Tingginya aktivitas transportasi laut yang melintas setiap hari diduga menjadi salah satu faktor yang mempercepat pengikisan tepian sungai.

Warga menyebut gelombang yang ditimbulkan kapal-kapal berukuran besar membuat jarak antara bibir sungai dengan rumah penduduk semakin menyempit.

Di tengah kondisi abrasi yang terus meluas, jembatan penghubung di kawasan itu juga dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius. Badan jembatan terlihat retak, sementara sedikitnya delapan tongkat penyangga disebut telah mengalami kerusakan atau patah.

Kerusakan jembatan diduga tidak hanya dipengaruhi oleh abrasi, tetapi juga akibat benturan dari kapal pengangkut kelapa yang melintas di bawah jembatan.

Kapal bermuatan besar yang keluar masuk terusan disebut kerap mengenai bagian penyangga, terutama saat air pasang maupun arus sungai dalam kondisi kuat.

Kepala Desa Bente, Suhaimi, melalui Sekretaris Desa, Junaidi, mengatakan kondisi tersebut sudah sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan segera dari pihak terkait.

“Selain abrasi yang terus mengikis tepian sungai, jembatan juga sering tersenggol kapal-kapal bermuatan kelapa yang melintas di terusan ini. Saat ini kondisi jembatan sudah retak dan delapan tongkat penyangga dilaporkan telah patah,” kata Junaidi.

Menurutnya, apabila tidak segera dilakukan perbaikan, kerusakan dikhawatirkan semakin parah dan berpotensi mengganggu bahkan memutus akses transportasi masyarakat antar desa.

Warga juga mengaku khawatir terhadap kondisi jembatan yang masih digunakan setiap hari untuk aktivitas masyarakat, karena dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pengguna.

Pemerintah Desa Bente meminta pemerintah daerah serta instansi terkait segera melakukan peninjauan lapangan, pengecekan kondisi infrastruktur, dan penanganan darurat guna mencegah risiko yang lebih besar.

Penulis : Redaktur

Editor : Jaslan

Berita Terkait

Korban Serangan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Menjadi 15, Satu Ekor Ditemukan Mati Tertembak
‎Bupati Inhil Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan, Tim Gabungan Terus Tangani Serangan Monyet di Tembilahan Hilir
Meriah, BPD KKSS, IWSS, dan IPSS Kabupaten Indragiri Hilir Periode 2026-2031 Resmi Dilantik
Prestasi Gemilang SDN 019 Sungai Beringin: Tembus Nasional FLS3N 2026 Cabang Pantomim
Dekranasda Inhil Luncurkan Baju Pengantin Sri Gemilang, Angkat Keindahan Budaya Melayu
‎Dari Kebun ke Krisis: Potret Rapuhnya Struktur Ekonomi Indragiri Hilir
Pemuda Asal Inhil Akan Tampil di Tim Orkestra HUT RI Istana Negara, Kurang Apresiasi dari Pemkab
Ketika Tiket, Sponsor, dan Transparansi Menjadi Pertandingan Sesungguhnya.

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Korban Serangan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Menjadi 15, Satu Ekor Ditemukan Mati Tertembak

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:26 WIB

‎Bupati Inhil Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan, Tim Gabungan Terus Tangani Serangan Monyet di Tembilahan Hilir

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:11 WIB

Meriah, BPD KKSS, IWSS, dan IPSS Kabupaten Indragiri Hilir Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:09 WIB

Prestasi Gemilang SDN 019 Sungai Beringin: Tembus Nasional FLS3N 2026 Cabang Pantomim

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:00 WIB

Dekranasda Inhil Luncurkan Baju Pengantin Sri Gemilang, Angkat Keindahan Budaya Melayu

Berita Terbaru

Artikel

KETIKA MONYET MENGGUGAT MANUSIA

Senin, 3 Agu 2026 - 19:03 WIB