‎Harga Ayam Tembus Rp100 Ribu, Daging Rp200 Ribu: Warga Inhil Menjerit Jelang Idul Fitri

- Admin

Jumat, 20 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Ayam Tembus Rp100 Ribu, Daging Rp200 Ribu: Warga Inhil Menjerit Jelang Idul Fitri
‎

Harga Ayam Tembus Rp100 Ribu, Daging Rp200 Ribu: Warga Inhil Menjerit Jelang Idul Fitri ‎

Visionernews.id | Tembilahan,  Menjelang Idul Fitri, masyarakat di Tembilahan dihadapkan pada lonjakan harga bahan pokok yang cukup signifikan, khususnya ayam potong dan daging sapi.

Berdasarkan pantauan di lapangan serta keluhan warga, harga ayam potong dilaporkan naik drastis hingga menembus Rp100 ribu per kilogram. Jum’at, (20/03/2026)

Padahal, sekitar tiga hari sebelumnya, harga masih berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram. Kenaikan serupa juga terjadi pada daging sapi yang kini mencapai Rp200 ribu per kilogram, dari sebelumnya sekitar Rp150 ribu.

Lonjakan harga yang terjadi dalam waktu singkat ini dinilai memberatkan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

“Biasanya kami sudah memperkirakan belanja jelang lebaran, tapi sekarang harga berubah sangat cepat. Uang yang dibawa jadi tidak cukup,” ujar salah seorang warga.

Fenomena kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan memang kerap terjadi, namun kenaikan yang dinilai cukup tajam dalam waktu singkat ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan faktor penyebab kenaikan, apakah dipengaruhi oleh distribusi, stok barang, atau faktor lainnya.

Di sisi lain, masyarakat berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, untuk melakukan pengendalian harga dan memastikan ketersediaan pasokan tetap stabil.

Pengamat ekonomi lokal menyebutkan bahwa lonjakan harga menjelang hari besar biasanya dipicu oleh meningkatnya permintaan, namun tetap diperlukan pengawasan agar tidak terjadi spekulasi harga di tingkat distribusi maupun pasar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kenaikan harga tersebut. Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan penjelasan sekaligus solusi agar lonjakan harga tidak terus berlanjut dan semakin membebani warga.

Penulis : Jaslan

Berita Terkait

Pemkab Inhil Matangkan Persiapan Keberangkatan Jamaah Haji 2026, Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik
Bupati Inhil Pimpin Evaluasi Realisasi Fisik dan Keuangan, Dorong Percepatan Infrastruktur 2026
LAMR Sampaikan Duka Mendalam atas Musibah Kebakaran di Kecamatan Reteh
‎Anggota DPRD Riau Minta Pemerintah Pusat Bantu Pembangunan Rumah Korban Kebakaran di Pulau Kijang
PLN UP3 Rengat Dinilai Lamban, Warga Reteh Berduka Kebakaran Diperparah Listrik Padam
‎Ketua DPH LAMR Inhil Datok Seri Asmadi, SH Tegaskan Larangan Bakar Hutan dan Lahan demi Kelestarian Alam
Skandal Limbah RSUD Raja Musa? IPAL Diduga Mati Suri, Limbah Berpotensi Dibuang Sembarangan
APPSI Inhil dan Badko HMI Riau–Kepri Silaturahmi dengan Pimpinan Perum Bulog Cabang Tembilahan

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 19:54 WIB

Pemkab Inhil Matangkan Persiapan Keberangkatan Jamaah Haji 2026, Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik

Jumat, 10 April 2026 - 14:27 WIB

Bupati Inhil Pimpin Evaluasi Realisasi Fisik dan Keuangan, Dorong Percepatan Infrastruktur 2026

Kamis, 9 April 2026 - 21:25 WIB

LAMR Sampaikan Duka Mendalam atas Musibah Kebakaran di Kecamatan Reteh

Kamis, 9 April 2026 - 20:02 WIB

‎Anggota DPRD Riau Minta Pemerintah Pusat Bantu Pembangunan Rumah Korban Kebakaran di Pulau Kijang

Kamis, 9 April 2026 - 10:39 WIB

PLN UP3 Rengat Dinilai Lamban, Warga Reteh Berduka Kebakaran Diperparah Listrik Padam

Berita Terbaru